Diberdayakan oleh Blogger.

Tersesat di Gunung Gede Selama 3 Hari, Guru SMA ini Mengalami Kejadian Mistis

iklan awal

iklan tengah

Yusup Iskandar (40) yang sebelumnya sempat tersesat di Gunung Gede Pangrango Sukabumi, Jawa Barat kini bisa bernapas lega. Sekarang dia telah kembali berkumpul bersama kedua orang tua dan adik-adiknya di kampung halaman.

Tidak hanya mengalami kelelahan secara fisik, Guru bahasa Inggris di SMA Al-Furqan itu mengaku mendapat pengalaman mistis selama tersesat di Gunung Gede Pangrango yang mungkin tidak bisa dilupakan seumur hidupnya.

Sebenarnya warga setempat dan rekan-rekannya sudah melakukan pencarian hingga ke lokasi terakhir Yusup berada pada hari pertama Yusup tersesat di Gunung Gede. Ternyata teriakan warga didengar Yusup dengan jelas, namun entah mengapa Yusup mengalami kesulitan ketika membalas teriakan warga.

Tersesat di Gunung Gede Selama 3 Hari, Guru SMA ini Mengalami Kejadian Mistis
Yusup mengaku mendapat pengalaman mistis selama perjalanannya di area

“Tidak hanya malam, tapi juga sore menjelang petang pengalaman itu saya alami. Hari pertama suara saya mendadak kecil, lamat-lamat dari jauh saya mendengar orang memanggil nama saya ketika saya menjawab dengan teriakan suara saya kecil dan nggak keluar,” kata Yusup yang dikutip dari detikcom, Rabu (13/9/2017).

Ketika petang malam pertama Tersesat di Gunung Gede, dia juga mengaku melihat sosok tinggi besar menatap dan mengikutinya dari kejauhan. Berbagai suara lain seolah menutup teriakan Yusup, ia mendengar suara mirip pasir yang ditabur.

“Seluruh badannya putih, cuma dibagian wajahnya nggak jelas. Saya gososk-gosok mata saya tetap enggak kelihatan, saat itu saya terus berdoa nggak putus hingga sekitar dua jam sosok itu hilang,” lanjut Yusup.

Tiga cahaya lampu misterius juga kerap menghalangi Yusup, cahaya itu seolah menyilaukan jalanan curam dan bersemak yang ia tapaki. Doa-doa kembali ia baca, sampai cahaya itu mendadak mengecil hingga seperti kunang-kunang.

“Namanya di hutan gelap, sementara di depan ada cahaya menyilaukan mirip senter besar tapi enggak bikin terang. Hanya menyorot kedua mata saya. Sampai semak-semak saya terjang hingga beberapa kali saya terperosok,” ucapnya.

Yusup bermalam di area Curug Ciheulang, menurutnya hujan sempat mengguyur dan dia berlindung dibalik jaket.

“Sekarang saya baru kepikiran untung saja tidak ada air bah karena batu yang saya tiduri berada di areal sungai,” imbuh dia.

Baca juga: Gunung es raksasa lepas dari Antartika

Yusup akhirnya bisa ditemukan di hari ketiga. Ketika Tim SAR Gabungan meneriakan namanya dengan lantang bisa dia jawab dengan teriakan yang kencang.

“Suara saya kembali, teriakan saya mendadak lantang sampai akhirnya saya bisa ditemukan di pinggir sungai oleh para pencari. Saya sudah pasrah aja, tapi Allah masih memberi kesempatan kepada saya untuk bisa berkumpul dengan keluarga, saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang sudah mencari dan menemukan saya,” tutupnya.
BACA JUGA:

     
    Atas