Diberdayakan oleh Blogger.

4 Fakta Seks Oral yang Berisiko Memicu Penyakit Kanker Lidah dan Mulut!

iklan awal

iklan tengah
TRIBUNWOW.COM – Aktivitas seksual

menggunakan mulut, lidah, gigi dan tenggorokan atau yang kerap disebut

seks oral ternyata dapat mendatangkan penyakit.

Seks oral memang cenderung aman dan memiliki risiko rendah dalam menularkan penyakit HIV maupun sipilis.

Meski begitu, seks oral tak seaman yang dibayangkan.

Melansir dari Kompas.com, seks oral ternyata dapat memicu timbulnya kanker lidah dan mulut.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Berikut ini fakta-faktanya.

1. Pintu masuk virus HPV

Seks oral ternyata menjadi salah satu pintu masuknya Human Papiloma Virus (HPV).

Terdapat puluhan strain atau jenis HPV di dunia yang kini telah diketahui.

Penelitian di National Health Service di Inggris menyatakan bahwa 90

persen orang yang aktif melakukan kegiatan seksual akan terpapar HPV

dari berbagai strain.

Biasanya HPV ini hilang dengan sendirinya dari dalam tubuh kit adalam kurun waktu selama 2 tahun.

Namun, 2-3 persen individu di dunia, HPV tetap tinggal di tubuh.

HPV tersebut kemudian menginfeksi sel skuamosa dan memicu mutasi sel yang selanjutnya memunculkan kanker.

2. Kanker lidah disebabkan oleh HPV 16

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kanker mulut, lidah dan tenggorokan berasal dari HPV.

Dalam jurnal JAMA Oncology tahun 2017 dikatakan jika kanker lidah disebabkan oleh virus HPV 16.

Jurnal tersebut juga menuliskan jika hampir semua kasus infeksi HPV yang ada di dalam mulut disebabkan oleh seks oral.

Terlebih jika sering bergonta-ganti pasangan, seseorang akan lebih tinggi berisiko terkena kanker mulut, lidah dan tenggorokan.

3. Upaya pencegahan

Meski berisiko memicu timbulnya kanker, seks oral tak sepenuhnya dilarang dilakukan.

Seorang peneliti bernama, Rajiv Sani dalam jurnal ilmiahnya yang

berjudul ‘Journal of Pharmacy & Bioallied Sciences’ pada tahun 2011

lalu mengatakan jika penggunaan penghalang pada saat oral seks dapat

mengurangi risiko penularan HPV dan infeksi menular lainnya.

Penghalang ini dapat berupa pemakaian kondom.

Kondom tersebut akan menghalangi kontak mulut dengan alat kelamin.

Selain itu, pastikan tidak ada luka mulut, sariawan, dan gusi berdarah saat melakukan aktivitas seks oral.

4. Vaksin HPV

Selain upaya pencegahan manual, seseorang juga bisa melindungi diri dari HPV dengan vaksin.

Vaksin untuk HPV ini cenderung lebih mahal, namun harganya sebanding untuk meminimalkan risiko kanker.

Kanker mulut, lidah dan tenggorokan ini bisa menimpa siapa saja tanpa pandang bulu.

Catatan statistik menunjukkan bahwa risiko terjangkitnya kanker

mulut, lidah dan tenggorokan ini dua kali lebih besar terjadi pada pria

daripada wanita.

Para penderita ini umumnya adalah pria heteroseksual berumur 40-50 tahunan.

Penyakit ini juga bisa menjangkiti para pasangan sejenis, seperti homoseksual dan lesbian.
BACA JUGA:

     
    Atas